Tuesday, December 21, 2010

Politik

politik, hal ini sebelumnya adalah hal yang cukup aku benci. karena masalah politik kotor dan sebangsanya.

namun hal ini, ternyata cukup menarik perhatianku setelah bergabung dengan organisasi mahasiswa di kampus UGM yaitu himakom, himpunan mahasiswa ahli komedi ilmu komputer.

setelah diawal tahun pertama jadi anggota dengan ketidakaktifannya. :D tahun kedua menjadi lebih aktif. usut punya usut ternyata ketika penerimaan anggota, dilakukan proses seleksi alam saja. jadi semua diterima, dan hanya yang emang niat yang akan bertahan di himakom. dan saya berada di divisi minat dan bakat, alias divisi hura-hura dari himakom. kerjaannya kalo ga olahraga ya musik.

acara musik itu yang cukup aku banggakan, walaupun diakui kerjaan saya pas jadi panitia itu sangatlah buruk. terlalu banyak bermimpi. tapi setidaknya saya bisa memompa semangat adik-adik angkatanku, supaya mempertahankan acara musik itu. oh iya namanya SNEAKERS, singkatan maksa dari SeNiE dAn KEReaSi. hehe. sekarang udah masuk tahun ke 4. perjuangannya emang ga mudah, dari ngeLobi ketua BEM yang dapet tantangan dari anak-anak musholla yang menurut mereka acaranya bakal tidak islami, trus ngelobi ketua jurusan dan terakhir wakil dekan bagian apa gitu saya lupa. yang repot emang ngurus di wakil dekan. untung dia ga terlalu mempermasalahkan, asal jaga keamanan.

dari situ aku mulai tertarik terjun ke politik mahasiswa disana, walaupun bukan aktivis. cuman sebagai oposisi dan penambah semarak suasana. :D
kebanyakan anak-anak itu memang oposisi dan kritikus handal, khususnya joe, aphip, septo, ceper. dan saya ikut bergabung dengan mereka. antara lain dengan jadi oposisi di rapat BEM fakultas, ikut jadi tim sukses partai di pemilihan ketua BEM -pencalonan dengan tujuan meramaikan suasana-, melawan strictnya anak2 organisasi lain. itu yang politik eksternal himakom.

didalam internal himakom, saya juga menjadi oposisi. namun kali ini saya jadi aktor utama. hehe. diawali dengan terlalu mayoritasnya divisi inex -internal eksternal-, terlalu seringnya mereka -ditahun berikutnya- menjadi ketua himakom, dimana divisi saya -mikat- tidak pernah menjadi ketua himakom. saya cukup sering berkoar-koar tentang dominannya inex dan masalah ketua itu. untungnya sebelum saya lulus, ada anak mikat yang jadi ketua himakom, namanya megan.

setelah saya lulus dari sana, saya masih berkiprah di politik organisasi lain, namanya Lazio Indonesia, wadah fans club SS Lazio Italy. ketika saya bergabung, organisasi ini belum memiliki bentuk. hanya berbasis milist dan forum yang kurang aktif. masi bergerak per daerah. dan saya hanya fokus ke Jogja, mendirikan -bersama rekan lain tentunya- Lazio Indonesia cabang Jogja atau nama bagusan dikitnya Lazio Indonesia Regione Jogja. setelah itu, ada kunjungan dari rekan Jakarta. istilahnya mungkin meresmikan lah. dan hubungan diskusi menjadi lebih erat dengan rekan dari jakarta.

ada seorang -yang sekarang jadi bos saya di jakarta- bernama Johan Maputra, dia concern sekali dengan Lazio Indonesia ini. dia berkunjung ke Jogja dan Semarang untuk silaturahmi dan kopi darat dengan anggota Lazio Indonesia di dunia maya. dan kemudian berniat membangunkan kembali Lazio Indonesia di Bandung -yang telah lama tertidur- dengan cara mengadakan Gathering Nasional pertama di Bandung di tahun 2009.

perjuangannya dia emang keren, dia mengajak 3 orang rekan dari Jogja termasuk saya yang satu visi dengan dia untuk mengatur acara di Bandung itu. dia ngasi ongkos Jogja-Jakarta PP, plus Jakarta-Bandung PP, rumah tinggal di Jakarta, makan. padahal cuman nemenin dia.

dia lah yang mendirikan kembali Lazio Indonesia, dan menjadi Presiden pertama Lazio Indonesia. padahal Lazio Indonesia telah berumur 10 tahun. dan saya hanya menjadi tim sukses. tidak mudah dalam mengurus Lazio Indonesia, tidak ada masalah eksternal, yang ada hanyalah internal. riak-riak dari dalam yang menjadi gelombang besar. dikarenakan ketidakpuasan, yang saya pikir konyol sekali, karena organisasi ini non-komersil.

setelah setahun memimpin, bergantilah presidennya. kebetulan presiden kali ini adalah lawan politik. karena dia membangun image dari dunia maya khususnya facebook. tentu modal yang sangat kuat, tapi saya tidak terlalu simpatik dengan kekuatan dunia mayanya, terutama terlalu banyak tukang sampah -junker-.

ini membangkitkan semangat saya untuk kembali menjadi oposisi. dimana saya telah melihat ke-semau gue-an dari pengurus baru, dan itu sangat mengganggu buat saya.

ini yang saya renungkan akhir-akhir ini, ternyata saya

"I LOVE POLITICS" 

 

2 comments:

septo said...

selamat tahun baru 2011 monorowox :-D

januar surya said...

mantap artikelnya.

www.kiostiket.com